Ada Hikmah Dibalik Saat Sakit 10 Hari Terakhir Ramadan


Sepuluh hari terakhir Ramadhan dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Umat muslim semakin semangat beribadah karena Nabi SAW menganjurkan untuk mengejar malam Lailatul Qadar yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan di akhir Ramadhan.

Namun, bagaimana jika seseorang justru jatuh sakit di masa yang penuh keutamaan ini?
Sebagian ulama menjelaskan bahwa orang yang sakit di 10 hari terakhir Ramadhan justru termasuk golongan yang beruntung. Mengapa demikian? Simak selengkapnya ya sobat insyouf.

Mengapa Orang yang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadhan Disebut Beruntung?

"Beruntunglah bagi orang-orang yang sakit di bulan Ramadhan, apalagi di minggu terakhir itu tandanya doamu akan dijabah dan semua dosa gugur. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sakit"

Menjelang akhir Ramadhan, sakit dianggap rahmat karena umat memanjatkan doa lebih khusyuk, dosa dihapus, dan derajat dinaikkan. Ini sebagaimana dijelaskan Syekh Ali Jaber tentang 3 kabar gembira, yaitu doa terkabul, dosa terampuni, dan pahala tetap dicatat. Meski ibadah fisik terhambat, Allah tetap menghitung amal sunnah sebelumnya sempurna.

Keutamaan Orang yang Sakit Menurut Hadis
Dalam ajaran Islam, sakit tidak hanya dipandang sebagai musibah, tetapi juga dipandang sebagai bentuk rahmat dan penghapus dosa bagi seorang mukmin.

Rasulullah SAW bersabda,

"Setiap kali orang mukmin tertimpa suatu rasa sakit, pasti dengannya Allah mencatat baginya satu pahala, menghapus satu dosa, dan meninggikan satu derajat."
(Diriwayatkan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dinilai sahih oleh adz-Dzahabi)

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab 'Uddat ash-Shabirin, pahala tersebut diberikan kepada orang yang bersabar dalam menghadapi sakit yang dialaminya. Kesabaran itulah yang menjadi amal saleh di sisi Allah.

Dalam kitabnya yang lain, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan, orang yang dalam kondisi sakit tidak mampu melaksanakan kewajiban, seperti salat dan puasa, dengan sempurna. Meskipun demikian, jika orang yang bersangkutan tetap mengerjakannya walau hanya mampu dalam hati, maka Allah tetap mencatat amalnya itu dengan sempurna.

Keutamaan Orang Sakit yang Disebut dalam Riwayat

Dirangkum dari inayouf yang mengutip buku Bimbingan Orang Sakit susunan Saiful Hadi El-Sutha, ketika sakit, seorang Muslim sebaiknya terus berikhtiar untuk sembuh. Sebab, niscaya sakit tersebut dapat kembali sebagai salah satu rahmat-Nya.

Hal tersebut telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW melalui sabda-sabdanya berikut ini:

1. Sakit Menggugurkan Dosa
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضِ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتُهُ كَمَا تَحَطَّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا. (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: "Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya." (HR Al Bukhari dan Muslim)

2. Sakit Menghapuskan Kesalahan
ما يَصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمْ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَم حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشأَكُهَا إِلَّا كَفَّرَ الله بها مِنْ خطاياه. (رواه البخاري)

Artinya: "Tidaklah menimpa seorang muslim suatu keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, kesulitan, kesedihan, kesakitan, dan kepedihan, bahkan hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan segala kesalahannya." (HR Al Bukhari)

3. Sakit Menjadi Ladang Pahala
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مقيما صحيحًا . (رواه البخاري )

Artinya: "Apabila seorang hamba mengalami sakit atau sedang dalam perjalanan, maka akan dicatat baginya pahala perbuatannya seperti pahala perbuatan yang dilakukannya ketika tidak bepergian atau tidak sakit." (HR Al Bukhari)

Umat Muslim sudah sepatutnya tak putus asa ketika sakit. Ia harus tetap berusaha mencari kesembuhan dan terus berikhtiar. Sebab Allah SWT tidak pernah menurunkan penyakit tanpa menyediakan obatnya.

Penyakit dapat menggugurkan dosa, meningkatkan derajat, serta membuat pahala amal tetap dicatat meskipun seseorang tidak mampu beribadah seperti biasanya. Ujian sakit bisa menjadi ladang pahala yang besar di sisi Allah SWT, asal dihadapi dengan sabar dan berikhtiar untuk mencari kesembuhan.

Ade Suhendra
Ade Suhendra Belajar Online Masa Kini

Posting Komentar untuk "Ada Hikmah Dibalik Saat Sakit 10 Hari Terakhir Ramadan"