Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Utsman bin Affan, Pemilik Dua Cahaya

utsman bin affan

Nama lengkapnya Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf, biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Dzu An-Nurain (pemilik dua cahaya)

Ia lahir di Makkah lima tahun sesudah kelahiran Rasulullah atau lima tahun setelah peristiwa pasukan gajah yang menyerang Ka'bah.

Ia berwajah tampan, kulitnya halus dan putih, jenggotnya lebat,bagian depan kepalanya botak, dan tangannya kekar.

Ia mengikrarkan diri masuk Islam di hadapan Nabi  setelah ia diajak masuk Islam oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq .

Setelah masuk Islam, pamannya mengikatnya dengan tali sambil berujar, “Apakah kamu masih menyukai agama nenek moyangmu setelah kamu menganut agama barumu ini? Demi Allah, aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu keluar dari agama barumu itu.” “Demi Allah, aku sama sekali tidak akan keluar dari agama baruku ini,” jawab Utsmandengan tegas. Akhirnya, pamannya putus asa dan membiarkan Utsman memeluk agama Islam.

Ia termasuk salah satu di antara sepuluh orang yang mendapat jaminan masuk surga dan termasuk salah satu dari juru tulis wahyu (Al-Qur'an).

Ia ikut shalat menghadap dua kiblat dan ikut berhijrah dua kali. Ia juga mengikuti semua peperangan bersama Nabi , kecuali perang Badar. Saat itu, ia merawat isterinya, Ruqayyah binti Rasulullah , yang sedang sakit keras.

Ia digelari Dzu An-Nurain (pemilik dua cahaya), karena ia menikahi 2 (dua) putri Rasulullah . Ia menikahi Ruqayyah, kemudian menikahi Ummu Kultsum setelah Ruqayyah meninggal. Ketika Ummu Kultsum meninggal, Rasulullah mengatakan kepadanya,“Seandainya kami memiliki tiga, niscaya kami akan menikahkan dia kepada Anda."

Utsman 2 memiliki seorang anak laki-laki dari hasil perkawinannya dengan Ruqayyah. Akan tetapi,anaknya meninggal pada tahun 4 H dalam usia 6 tahun.

Tentang dirinya,Utsman mengatakan,"Aku tidak pernah bernyanyi, berangan-angan, dan menyentuh kemaluanku sejak aku membai'at Rasulullah”

Ia adalah sosok yang terkenal pemalu. Suatu hari, Rasulullah  tidur terlentang sedang kedua betisnya terbuka. Abu Bakar dan Umar meminta izin masuk dan Beliau tetap dalam posisinya dan membiarkan betisnya tetap terbuka. Tatkala Utsman 2minta izin masuk, Beliau langsung menutup betisnya sambil mengatakan, "Bagaimana aku tidak merasa malu kepada orang yang malaikat saja malu kepada dia." (HR. Muslim)

Ia juga sosok yang terkenal sangat dermawan. Bahkan, ia pernah menanggung semua perlengkapan separuh dari pasukan kaum muslimn dalam perang Al-Asrah. Saat itu, ia mendermakan 300 ekor onta dan 50 ekor kuda lengkap dengan segala peralatannya. Kemudian ia datang membawa 1000 dinar dan memberikannya di hadapan Rasulullah .Saat itu,Rasulullah mengatakan,“Mudah-mudahan sesudah ini ada lagi yang dilakukan Utsman." (HR. At-Tirmidzi)5

Ia pernah membeli sebuah sumur Raumah dari seorang warga Yahudi. Setelah itu, ia mewakafkannya. Kaum muslimin memanfaatkan sumur tersebut sebagai sumber air minum.

Tentang Utsman , Abu Hurairah  mengatakan, "Utsman bin Affan telah membeli surga dari Rasulullah sebanyak dua kali, pertama, saat ia melengkapi peralatan pasukan perang Al-'Asrah (Tabuk), kedua,saat ia membeli sumur Raumah." (HR. Al-Hakim dan Ibn 'Asakir)

Utsman adalah orang yang sangat takut terhadap azab Allah, sampai-sampai ia pernah mengatakan, “Seandainya aku berada di antara surga dan neraka, lalu aku tidak tahu ke mana aku akan disuruh masuk, maka aku akan memilih menjadi abu sebelum aku tahu ke mana aku akan dimasukkan."

Rasulullah  telah memberitakan Utsman akan masuk surga. Beliau juga memberitakan bahwa Utsman akan menghadapi fitnah dan ia akan terbunuh secara zalim. Ia senantiasa bermunajat agar diberi kekuatan untuk bersabar menghadapi fitnah tersebut.

Rasulullah pernah mengatakan kepada Utsman a, "Wahai Utsman,sesungguhnya Allah akan mengenakanmu dengan sebuah gamis/pakaian. Jika mereka ingin melepaskan gamismu itu, maka janganlah kamu melepasnya untuk mereka." (HR. At-Tirmidzi)6

Pada saat Rasulullah meninggal, Utsman baru berusia 58 tahun. Ia menjabat sebagai khalifah tahun 24 H dan saat itu ia berusia 70 tahun.

Ia berjasa menyempurnakan pengumpulan Al-Qur'an; menghimpun umat untuk menggunakan mushaf yang telah dikumpulkan oleh Abu Bakar.la menyuruh untuk menyalin naskah-naskah Al-Qur'an dari mushaf tersebut, lalu membagikannya ke berbagai daerah dan membakar mushaf-mushaf selainnya.

Pada masa pemerintahannya, wilayah Afrika, Cyprus, Tabaristan, Khurrasan, Armenia, Qauqaz, Kirman, dan Sajastan berhasil dibebaskan.

Pada masa pemerintahannya, harta berlimpah, sampai-sampai ia pernah mengutus budak perempuan untuk menimbangnya. Ia juga sering menunaikan ibadah haji.

Ia adalah orang pertama yang memperluas bangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, membangun pangkalan angkatan laut, menyuruh membentuk kepolisian negara, dan mendirikan gedung peradilan. Pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar, sidang peradilan masih diselenggarakan di masjid.

Ia juga orang pertama yang mendahulukan khutbah dalam shalat ied dan menambah adzan pada shalat jum'at.

Ia pernah menginstruksikan agar kaum muslimin menduduki semua wilayah yang penduduknya hengkang dari wilayah tersebut, dan wilayah tersebut menjadi milik kaum muslimin.

Ia menikahi 8 orang wanita, 4 di antaranya meninggal dunia. Mereka adalah Fakhitah, Ummu Banin,Ramlah,dan Naelah.

Ia memiliki 17 orang anak, 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Anaklaki-lakinya adalah Abdullah Al-Akbar (sulung), Abdullah Al-Ashghar (bungsu),Amr, Umar, Khalid, Walid, Sa'id, dan Abdul Malik.

Ia pernah naik ke puncak gunung Uhud bersama Nabi ,Abu Bakar ,dan Umar .Tiba-tiba gunung Uhud berguncang,lalu Nabi berkata, “Tenanglah gunung Uhud, di atasmu ada Nabi, Shiddiq (Abu Bakar), dan dua orang saksi (maksudnya Umar dan Utsman)." (HR. Al-Bukhari)

Ia meriwayatkan 146 hadits dari Nabi, Di antaranya, Rasulullah bersabda,“Siapa di antara hamba yang mengucapkan di setiap pagi,petang, dan malam hari, “Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada sesuatu pun yang memberi madharat bagi nama-Nya, baik di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang mendatangkan mudharat kepadanya." (HR. At-Tirmidzi)'

Ia pernah bermimpi bertemu Rasuullahpada malam kesyahidannya. Ia mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Rasulullah,Abu Bakar, dan Umar. Mereka mengatakan kepada saya, “Anda akan berbuka puasa bersama kami malam ini.”(HR.Ahmad)

Abdullah bin Saba' pernah mengorganisir sekelompok pemberontak untuk menggulingkan Utsman a. Alasan mereka, Utsman a melakukan praktek nepotisme dan mendudukkan kaum kerabatnya di pemerintahan. Pada hakekatnya, orang yang diangkat Utsman aadalah orang-orang yang pantas menduduki jabatan tersebut. Mereka akhirnya membunuh Utsman saat ia sedang membaca Al-Qur'an di rumahnya pada pagi hari raya 'ied al-adha.

Ia meninggal tahun 35 H dalam usia 82 tahun. Ia memangku jabatan khalifah selama 12 tahun.

Jasadnya dimakamkan pada malam hari setelah sebelumnya para pemberontak mencegah pemakamannya. Jasadnya dimakamkan di pekuburan Baqi' di atas lahan yang dibelinya sendiri.

insyouf.com
insyouf.com Religi dan Motivasi + Wawasan

Posting Komentar untuk "Utsman bin Affan, Pemilik Dua Cahaya"