🔔 ikuti juga di Google News

Inilah Bacaan Tahiyat Awal & Tahiyat Akhir Lengkap Arab, Latin dan Artinya

bacaan tahiyat


Tahiyat menjadi bagian dari rukun sholat. Bacaan tahiyat dibedakan menjadi dua yakni tahiyat awal dan tahiyat akhir.

Tahiyat awal yang biasanya dilakukan pada rakaat kedua dalam sholat. Sementara tahiyat akhir dibaca di akhir rakaat, setelah sujud kedua dan sebelum salam.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam bukunya yang berjudul Sifat Shalat Nabi S.A.W. menjelaskan, menurut Mahzab Syafi'i, tahiyat akhir termasuk dalam bagian dari rukun sholat yang tidak boleh dilewatkan.

Posisi duduk pada tahiyat akhir dikenal dengan sebutan duduk tawaruk. Duduk tawaruk adalah posisi kaki kanan tegak lurus dan kaki kiri berada di bawah menyilang. Posisi tangan kiri diletakkan di atas paha dalam keadaan terbuka. Sedangkan tangan kanan menggenggam, kecuali jari telunjuk diacungkan sebagai isyarat.


Bacaan Tahiyat Awal dan Akhir

Bacaan tahiyat awal

Tahiyat awal yang biasanya dilakukan pada rakaat kedua dalam sholat. Pada posisi duduk, bisa membaca bacaan berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Arab latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."


Bacaan tahiyat akhir

Pada dasarnya, bacaan tahiyat akhir hampir sama dengan bacaan tahiyat awal. Hanya saja yang membedakan adalah penambahan solawat nabi.


Setelah sujud kedua dan sebelum salam, berikut bacaan yang bisa dilafalkan:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab latin: "At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Aallaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid."

Artinya: "Ya Allah, limpahi lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam."


Bacaan salam setelah tahiyat akhir

Setelah membaca tahiyat akhir, maka selanjutnya mengucapkan salam sambil menolehkan kepala ke kanan dan kiri.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Arab-latin: "Assalaamu alaikum wa rahmatullah."

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."


Doa Tahiyat Akhir

Berdasarkan hadist dari Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, ada doa yang bisa dibacakan dalam tahiyat akhir. Berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Arab-latin: "Allaahumma inni a'uudzubika min 'adzaabil qabri wa min 'adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal."

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal." (HR Bukhari Muslim).

Demikian bacaan tahiyat awal dan tahiyat akhir yang dilafalkan sebelum salam. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi amalan yang dikerjakan setiap sholat.


Makna bacaan Attahiyatul

Bacaan Attahiyatul dikenal sebagai bacaan Attahiyat atau tasyahud. Dalam bahasa Arab, tasyahud berarti kesaksian iman. Bacaan Attahiyatul berisi pujian-pujian pada Allah, Rasulullah, dan hamba-hamba Allah. Bacaan ini juga diikuti dengan dua kalimat syahadat san selawat.

Attahiyatul adalah doa yang sangat penting dan harus dibaca saat sholat di rakaat kedua dan keempat, atau ketiga untuk sholat tiga rakaat. Bacaan ini juga bisa dibaca sebagai doa harian.

Posisi saat tasyahud sangat strategis dalam Sholat. Setelah merendahkan diri kepada Allah, seseorang akan duduk untuk membaca tashahud yang bermakna pujian dan kesaksian iman seorang hamba. Bacaan Attahiyatul bermakna salam kepada Tuhan (Allah) dan mengirimkan damai dan berkah atas Nabi Muhammad (saw) dan atas semua hamba Allah yang saleh dan diikuti oleh dua kesaksian.


Hadis tentang membaca Attahiyatul

Berikut hadis-hadis yang berisi tentang perintah membaca Attahiyatul:

Hadis Riwayat Muslim

Menurut riwayat Imam Muslim, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami tasyahud, “at-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatu lillah … hingga selesai.” [HR. Muslim, no. 403]

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

“Dahulu sebelum tasyahud diwajibkan kepada kami, kami mengucapkan: as salaam ‘alallah qabla ibaadihi, as salaam ‘ala Jibril, as salaam ‘ala Mikail, as salaam ‘ala fulan (Salam kepada Allah sebelum kepada hamba-Nya, salam kepada Jibril, salam kepada Mikail, dan salam kepada fulan). Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun mengatakan: janganlah kalian mengatakan “as salaam ‘alallah” karena Dialah As Salam. Namun katakanlah: at tahiyyatu lillah (segala penghormatan hanya milik Allah).” (HR. Bukhari no. 1202, Muslim no. 402)

Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.
Religi dan Motivasi + Wawasan

Posting Komentar



  • Home

  • DAFTAR



  • Follow
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kakak pakai plugin pemblokir iklan ya? Tolong kecualikan website ini dalam pemblokiran ya. Karena kami butuh penghasilan dari iklan untuk terus mengelola website ini agar bisa update artikel bermanfaat. Makasih ya 😊
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
[ ]