11 Adab Menerima dan Bertamu dalam Islam
11 Adab Menerima Tamu dalam Islam yang Perlu Diketahui
Adab menerima tamu dalam Islam adalah nilai-nilai dalam agama yang perlu diamalkan sebagaimana menerima tamu adalah salah satu bentuk silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara menerima tamu dengan baik dan sesuai dengan adab Islam. Padahal, menerima tamu dengan baik adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa hormat, kasih sayang, dan kebaikan kepada sesama muslim.
Oleh karena itu, di kesempatan kali ini insyouf akan mengulas mengenai apa saja adab menerima tamu dalam Islam agar kita senantiasa menjadi tuan rumah yang baik dan mampu menjaga tali silaturahmi. Yuk, simak selengkapnya di artikel yang satu ini!
11 Adab Menerima Tamu dalam Islam
Sobat Insyouf, berikut ini 11 adab menerima tamu dalam Islam yang sebaiknya Anda ketahui.
1. Mengucapkan Selamat Datang atau Salam Kepada Tamu
Adab menerima tamu yang pertama adalah mengucapkan selamat datang atau salam kepada tamu yang berkunjung ke tempat kita. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai kehadiran tamu dan menyambutnya dengan hangat.
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang datang ke rumah kalian, maka hendaklah ia mengucapkan salam. Jika ia diberi izin untuk masuk, maka hendaklah ia masuk. Jika ia tidak diberi izin, maka hendaklah ia kembali.” (HR. Muslim).
Dengan mengucapkan salam, Anda juga memohon perlindungan Allah SWT untuk tamu Anda dari segala keburukan. Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah doa yang meminta keselamatan.” (HR. Ahmad).
2. Menyambut Tamu dengan Senyuman
Kedua, pastikan untuk menyambut tamu dengan senyuman. Senyum adalah sedekah yang mudah dan murah, namun memiliki dampak yang besar.
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan sesuatu kebaikan walaupun hanya sekedar menemui saudaramu dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim).
Dengan menyambut tamu dengan senyuman, Anda menunjukkan bahwa Anda senang dengan kedatangannya dan senantiasa membuat mereka merasa nyaman dan dihargai. Senyuman juga bisa mencairkan suasana dan membangun hubungan yang baik antara dua belah pihak.
3. Menerima Tamu Ketika Ada Mahramnya
Adab menerima tamu yang ketiga dan tidak boleh Anda sepelekan adalah ketentuan dalam menerima tamu dimana Anda disarankan untuk menerima tamu ketika ada mahramnya. Mahram adalah orang-orang yang haram dinikahi karena hubungan darah, susuan, atau perkawinan.
Hal ini penting untuk menjaga kehormatan dan kesucian antara Anda dan tamu, terutama jika tamu Anda adalah lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali ada mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan menerima tamu ketika ada mahramnya, Anda juga menghindari fitnah dan syubhat yang bisa merusak hubungan Anda dengan tamu sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Hati-hatilah dari syubhat (sesuatu yang diragukan), karena syubhat lebih berbahaya daripada haram.” (HR. Tirmidzi).
4. Berpakaian Rapih dan Sopan
Berikutnya yakni usahakan untuk menerima tamu dengan pakaian yang rapih dan sopan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu yang datang. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).
Dengan berpakaian rapih dan sopan, Anda juga menunjukkan bahwa Anda menjaga aurat Anda dan tidak menimbulkan fitnah bagi tamu Anda.
“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap masjid.” (HR. Abu Daud).
5. Ajak Tamu Untuk Duduk dengan Nyaman
Adab menerima tamu yang kelima adalah mengajak tamu untuk duduk dengan nyaman.
Hal ini menunjukkan bahwa Anda peduli dengan kesejahteraan tamu Anda dan ingin memberikan kenyamanan kepadanya.
Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memberikan tempat duduk yang baik kepada tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan mengajak tamu untuk duduk dengan nyaman, Anda juga menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan kesempatan yang diberikan oleh tamu Anda untuk bersilaturahmi dengan Anda.
6. Perhatikan Kebersihan dan Kerapihan
Hal keenam yang harus Anda perhatikan adalah memperhatikan kebersihan dan kerapihan. Ini dimaksudkan agar tamu yang datang tidak merasa jijik maupun kurang nyaman dengan kondisi tempat tinggal Anda.
Dengan memperhatikan kebersihan dan kerapihan, Anda juga menunjukkan bahwa Anda mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang selalu menjaga kebersihan dan kerapihan diri dan rumahnya.
7. Bersikap Ramah dan Sopan
Untuk adab menerima tamu yang ketujuh Sobat insyouf dianjurkan untuk bersikap ramah dan sopan terhadap tamu yang datang. Ini merupakan cerminan seseorang yang berakhlak baik, tidak sombong atau kasar kepada tamu.
Sebagaimana sabda yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, “Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
8. Hormati Privasi Tamu
Selanjutnya yaitu memastikan bahwa Anda menghormati privasi tamu. Jangan pernah berusaha untuk mengusik, mengganggu, atau bahkan menyusahkan tamu untuk hal-hal yang tidak perlu atau tidak penting.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Janganlah kamu saling memata-matai, saling mencari-cari aib, saling membenci, saling berputus asa, saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim).
Dengan menghormati privasi tamu, Anda juga menunjukkan bahwa Anda tidak ingin melanggar hak-hak tamu Anda atau menyebarkan rahasia-rahasia mereka tanpa izin mereka. “Barangsiapa yang menjaga rahasia saudaranya, maka Allah akan menjaga rahasianya.” (HR. Ahmad).
9. Menjamu Tamu dengan Baik
Adab menerima tamu dalam Islam yang kesembilan adalah menjamu tamu dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Anda bermurah hati dan ingin memberikan yang terbaik kepada tamu Anda.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memberi makanan kepada tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
10. Mengantarkan Tamu Saat Pulang
Terakhir yakni mengantarkan tamu saat pulang sebagai bentuk Anda menghormati tamu dan tidak ingin meninggalkannya begitu saja.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengantarkan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
11. Meminta izin ketika hendak berkunjung
• Meminta Izin
Sebagai tamu hendaknya kita meminta izin sebelum berkunjung agar tuan rumah dapat mempersiapkan kunjungan. Sebab jika kedatangan kita secara tiba-tiba, bisa saja tuan rumah sedang tidak di rumah dan ada kegiatan lain di rumahnya. Dengan perangkat telepon seluler, saat ini lebih mudah untuk meminta ijin bertamu.
• Memilih waktu yang cocok.
Ketika kita berkunjung ke rumah seseorang, bisa saja saat itu kondisinya kurang tepat, jadi harus memilih waktu yang tepat. Tidak seperti pagi-pagi saat sang tamu sedang mengurusi rumah atau mengantar anaknya sekolah, tidak juga saat larut malam saat waktunya istirahat bagi sang tuan rumah atau sedang dalam keadaan urgent lainya.
• Mengundang atau Diundang
Tidak baik jika seorang perempuan berkunjung sendirian kerumah seorang pria tanpa mahram maupun sebaliknya.
Dengan pengecualian jika pemilik rumah mengundang atau mengizinkan datang. Dan jika bertemu juga dilarang berdua duan tanpa adanya seorangpun selain dia dirumah itu.
Dengan mengantarkan tamu saat pulang, Anda juga menunjukkan bahwa Anda berterima kasih kepada tamu Anda atas kunjungannya dan ingin menjaga hubungan yang baik dengan mereka.
Sobat Insyouf, demikian ulasan mengenai adab menerima tamu dalam Islam yang sebaiknya kita amalkan dalam keseharian kita sebagai pemeluk agama Islam. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Posting Komentar untuk "11 Adab Menerima dan Bertamu dalam Islam"
Posting Komentar