Setelah Kesulitan ada Kemudahan, Karena Satu Paket yang Berkaitan


Ungkapan ini menegaskan bahwa kemudahan tidak sekadar janji samar, melainkan sunnatullah yang pasti. Bahkan Hasan al-Bashri mengingatkan, “Tidak akan mengalahkan satu kesulitan dua kemudahan.” Artinya, saat kita diuji, kesulitan itu hanya satu, namun Allah membukakan banyak pintu jalan keluar. Imam al-Syafi’i pernah berpesan dalam syairnya:

“Bersabarlah dengan sabar yang indah, sungguh dekatlah jalan keluar Barang siapa menjaga Allah, ia akan selamat Barang siapa jujur kepada Allah, ia tak akan disentuh bahaya Barang siapa berharap kepada-Nya, ia akan sampai pada harapannya.”

Pesan ini sangat relevan dengan kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia. Dalam perjalanan sejarah, negeri ini tidak pernah luput dari ujian, mulai dari masa perjuangan merebut kemerdekaan, gelombang krisis ekonomi, bencana alam, hingga tantangan global hari ini. Namun, bangsa ini selalu menemukan jalan untuk bangkit, karena keyakinan bahwa kesulitan bukan akhir dari segalanya. 

Setiap masalah yang dihadapi bangsa justru membuka peluang lahirnya kekuatan baru, baik melalui persatuan rakyat, semangat gotong royong, maupun kebijakan yang lebih arif.

Inilah cermin janji Allah dalam Al-Qur’an, bahwa di balik setiap kesempitan selalu ada jalan keluar, dan di balik setiap cobaan selalu ada pintu kemudahan. Kesulitan memang nyata, seperti  pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, harga kebutuhan yang melonjak, tekanan hidup yang semakin berat.

Tetapi dalam setiap kesempitan itu, ada ruang-ruang kebaikan yang Allah bukakan, kreativitas yang tumbuh, solidaritas sosial yang menguat, dan peluang-peluang baru yang lahir dari keterdesakan.

Seperti syair indah Ibnu Duraid:
“Jika hati sudah dipenuhi keputusasaan, dada terasa sempit, dan bencana menancap kuat tanpa celah, tiba-tiba pertolongan Allah datang, menghubungkan akhir dari segala bencana dengan fajar pertolongan yang dekat.”

Ayat dalam Surat Al-Insyirah ini bukan hanya penghibur, tetapi juga penuntun sikap. Kita diajarkan untuk sabar, tawakal, dan tetap berusaha. Karena sesulit apa pun keadaan, Allah tidak pernah menutup jalan keluar bagi hamba-Nya. Hari ini, bangsa kita mungkin menghadapi turbulensi ekonomi, sosial, dan budaya. Individu pun diuji dengan tekanan hidup yang tidak ringan.

Namun kita harus yakin bahwa tidak ada kesulitan yang abadi. Janji Allah tetap berlaku: “Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.” Maka, jangan berhenti berharap, jangan berhenti berusaha. Karena sesungguhnya, di balik gelapnya malam, selalu ada cahaya fajar yang menanti untuk terbit.

Kemudahan tidak hanya berupa mendapat materi. Kadang masalah itu muncul disertai jalan keluar.

Seperti kemudahan dalam beribadah, bersedekah, bersholawat, baca qur'an dan lainya. Kita menggangap kemudahan hanya berupa materi seperti langsung mendapat uang banyak, padahal tidak baegitu.
Karena sejatinya jalan keluar itu dibawa dari kesulitan sebelumnya sesuai kebutuhan kita.

Ade Suhendra
Ade Suhendra Belajar Online Masa Kini

Posting Komentar untuk "Setelah Kesulitan ada Kemudahan, Karena Satu Paket yang Berkaitan"