Berjuang Bersama Al Qur'an Agar Hidup Tidak Merasa Sendirian


Kesibukan manusia bermacam-macam. Ada yang sibuk dengan urusan dunia, ada pula yang sibuk dengan ibadah. Dan kesibukan yang paling utama adalah menyibukkan diri dengan Al-Qur’an.

Sibuk dengan Al-Qur’an artinya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam segala urusan. Ia membacanya setiap hari, memperbaiki bacaannya, mengajarkannya, mentadabburinya  dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai penuntun langkah.

Setiap huruf dari Al-Qur’an bernilai besar di sisi Allah.
«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا»
  
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.”  (HR. Tirmidzi)

Maka, jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa Al-Qur’an. Waktu yang dihabiskan bersama Al-Qur’an tidak akan pernah sia-sia. Ia menjadi sumber pahala, penenang hati, dan penyelamat di hari akhir.

Mempelajari dan mengajarkan Al-Quran, adalah kesibukan yang paling berkah mengisi umur seseorang. Dengannya seseorang dapat meraih martabat manusia yang paling baik di mata Allah ta’ala. 

Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam-,
خَيرُكُم مَن تَعَلَّمَ القُرآنَ وعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan:
ولهذا دَخَلَ في معنى قولِهِ: «خيرُكُم مَن تعَلَّمَ القُرآنَ وعَلَّمَهُ» تعليمُ حُرُوفِهِ ومَعانيهِ جميعاً؛ بلْ تعَلُّمُ مَعانيهِ هُوَ المقصُودُ الأوَّلُ بتعلِيمِ حُرُوفِهِ، وذلكَ هوَ الذي يَزيدُ الإيمانَ، كما قالَ جُندُبُ بنُ عبدِ اللهِ وعبدُ اللهِ بنُ عُمَرَ وغيرُهُما
“Oleh karena itu, makna sabda Nabi ﷺ: ‘Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,’ mencakup pengajaran huruf-hurufnya dan maknanya sekaligus. Bahkan, mempelajari makna-maknanya adalah tujuan utama dari mempelajari huruf-hurufnya. Sebab, itulah yang menambah keimanan.

Sebagaimana dikatakan oleh Jundub bin Abdullah, Abdullah bin Umar, dan selain keduanya:
عَلَّمنَا الإيمانَ ثُمَّ تعَلَّمْنا القُرآنَ فازْدَدْنا إيماناً، وأنتُم تَتَعَلَّمُونَ القُرآنَ ثُمَّ تتَعَلَّمُونَ الإيمانَ
“Kami mempelajari iman terlebih dahulu, kemudian kami mempelajari Al-Qur’an, maka keimanan kami pun bertambah. Adapun kalian (wahai generasi setelah kami), kalian mempelajari Al-Qur’an terlebih dahulu, lalu baru mempelajari iman.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an tidak hanya sebatas pada kemampuan membaca huruf-hurufnya, tetapi terutama pada pemahaman terhadap makna dan kandungannya. Karena tujuan utama dari mempelajari teks Al Qur’an adalah agar seseorang mencapai peningkatan iman, sebagaimana ditunjukkan oleh para sahabat yang memulai dengan mempelajari iman, lalu mendalami Al Qur’an sehingga keimanan mereka semakin kuat. Dengan demikian, ilmu yang hanya berhenti pada lafadz tanpa memahami maksudnya belum memenuhi hakikat dari anjuran Nabi ﷺ tentang “sebaik-baik manusia” dalam hadits tersebut.

Menghabiskan Masa Tua dengan Al-Qur’an

Bagi sebagian orang, masa tua identik dengan lemah dan sepi. Namun bagi orang yang beriman, masa tua adalah masa panen amal. Dan di antara amal terbaik di masa tua adalah menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Di usia senja, membaca Al-Qur’an menjadi bentuk dzikir yang menenangkan. Setiap huruf yang dibaca menjadi bekal untuk kehidupan abadi.
 
Al-Qur’an akan menjadi teman setia di dunia, pelindung di kubur, dan pemberi syafaat di akhirat.
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ.
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (HR. Muslim)
Keberkahan bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa Allah berkahi apa yang kita punya.

Dan keberkahan terbesar ada pada kedekatan dengan Al-Qur’an.
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29)

Siapa yang hidup bersama al-qur’an, maka hidupnya akan allah penuhi dengan cahaya, keberkahan, dan petunjuk.

Dan siapa yang berpaling darinya, hidupnya akan sempit meski bergelimang dunia.

Ade Suhendra
Ade Suhendra Belajar Online Masa Kini

Posting Komentar untuk "Berjuang Bersama Al Qur'an Agar Hidup Tidak Merasa Sendirian"