7 Fadhilah Puasa Ramadan Bagi yang Menjalankanya


Bulan Ramadhan selalu disambut dengan gembira oleh umat Muslim di seluruh dunia. Ramadhan adalah bulan penuh keutamaan dan keistimewaan. Banyak karunia yang Allah berikan pada bulan tersebut sebagai bentuk kasih sayang kepada umat manusia.   

Pada bulan Ramadhan pahala dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, pintu-pintu surga dibuka, dan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Semua umat Muslim yang berpuasa dan menunaikan berbagai amalan saleh di bulan ini tentunya berharap akan mendapatkan faedah atau keutamaan bulan mulia tersebut.    

Dalam kitabnya, Maqâshid al-Shaum, Sulthân al-Ulamâ’, Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami mengatakan setidaknya ada tujuh faedah atau keutamaan puasa di bulan Ramadan yang satu sama lainnya saling terkait. Tujuh keutamaan  tersebut adalah:


1. Meninggikan derajat. Pandangannya ini didasari oleh beberapa hadits Nabi Muhammad saw, salah satunya yang mengatakan:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنَ 

Artinya: Ketika Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu (HR Imam Muslim).   Imam Izzuddin menyatakan pernyataan "dibukanya pintu surga" sebagai simbol atau tanda untuk memperbanyak ketaatan,terutama yang diwajibkan.

Sebab walaupun pintu surga telah dibuka lebar-lebar, tentu tidak semua orang berhak melintasinya tanpa memperbanyak ketaatan selama bulan Ramadhan dan bulan-bulan setelahnya. Artinya, dibukanya pintu surga merupakan dorongan untuk memperbanyak ibadah. Apa artinya pintu yang terbuka tanpa ada seorang pun yang berkeinginan untuk memasukinya.  

Kemudian tentang ditutupnya pintu neraka, Imam Izzuddin menganggapnya sebagai simbol untuk menyedikitkan maksiat. Penggunaan kata “sedikit” ini menarik, seakan-akan Imam Izzuddin memahami betul manusia yang tidak mungkin sempurna dalam menghindari kesalahan. Manusia pasti membawa dosanya ketika menghadap Tuhannya di akhirat kelak, yang membedakan adalah kadarnya, banyak atau sedikit.   

Simbol berikutnya adalah dibelenggunya setan. Menurutnya, simbol ini adalah tanda terputusnya kewaswasan (bisikan lembut setan) bagi orang-orang yang berpuasa. Artinya, baik buruknya orang yang berpuasa murni tergantung pada dirinya sendiri. Karena itu, akan sangat tidak etis jika manusia dengan berbagai peluang kemuliaan derajat yang diberikan Allah di bulan Ramadhan ini masih enggan berbuat baik dan malah berbuat jahat.  

2. Penghapus dosa.

Dasar dari keutamaan ini adalah hadits Nabi Muhammad sha llallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan:

  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Artinya: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Yang dimaksud “îmânan—karena iman” dalam hadits di atas adalah meyakini kewajiban puasa dan melaksanakannya dengan mengharapkan pahala dari Allah. 

Meminta imbalan (pamrih) kepada Allah merupakan bentuk penyerahan diri, pernyataan keimanan dan menyatakan kelemahan di hadapan-Nya.  

Berbeda halnya dengan pamrih antar sesama manusia yang seakan-akan menunjukkan ketidak-tulusan. Di samping itu, manusia memiliki masalahnya sendiri-sendiri, sekuat dan setegar apa pun dia, sekaya dan semampu apa pun dia, manusia tidak mungkin lepas dari persoalan hidup, sehingga meminta imbalan kepada mereka, sama saja dengan menambahi beban hidup mereka.  

3. Mengalahkan syahwat.

Faedah puasa berikut ini didasari oleh hadits Rasulullah saw yang mengatakan:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ, وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ, فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
 
Artinya: Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah lebih bisa menundukan pandangan dan lebih mudah menjaga kemaluan.

Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, sesungguhnya puasa itu adalah penekan syahwatnya.” (HR Imam Ahmad dan Imam Bukhari).  

Hadits di atas yang membuat Imam Izzuddin al-Sulami berpendapat bahwa lapar dan haus dapat mengalahkan atau memalingkan syahwat. Ia mengatakan:
فإنّ الجوع والظمأ يكسران شهوات المعاصي

 Artinya: Sesungguhnya lapar dan haus dapat mengalahkan syahwat bermaksiat.  

Perlu dipahami sebelumnya, bahwa lapar dan haus di sini bukan kelaparan dan kehausan yang disebabkan oleh keadaan yang sering menimbulkan problem sosial seperti pencurian, perampokan, dan lain sebagainya. 

Lapar dan haus di sini adalah puasa, yaitu lapar dan haus yang disengaja dan didasari oleh niat ibadah. Niat ibadah inilah yang membuat lapar dan haus memiliki arti, yaitu menjadi ajang melatih diri, mengendalikan hawa nafsu dan meminimalisasi syahwat bermaksiat.  

4. Memperbanyak sedekah.

Dalam pandangan Imam Izzuddin al-Sulami, puasa dapat membuat manusia memperbanyak sedekah. 
Ia mengatakan:

لأنّ الصّائم إذا جاع تذكّر مَا عنده من الجوع فحثّه ذلك علي إطعام الجائع

Artinya: Sesungguhnya orang berpuasa ketika dia merasakan lapar, dia mengingat rasa lapar itu. Hal itulah yang memberikan dorongan kepadanya untuk memberi makan pada orang yang lapar.

Merasakan penderitaan bisa mengarahkan manusia pada dua hal, menjadi egois dan menjadi dermawan. Menjadi egois karena dia ingin memiliki semuanya sendiri agar tidak merasakan penderitaan itu lagi. Menjadi dermawan karena dia pernah merasakan susahnya menderita sehingga ketika melihat orang lain menderita, dia ikut merasakannya.  

Dalam hal ini, puasa merupakan sarana pelebur kemungkinan pertama (menjadi egois).

Orang yang berpuasa telah menyengajakan dirinya untuk melalui peleburan tersebut, dan melatih dirinya sendiri untuk menjadi lebih perasa.  

5. Memperbanyak ketaatan.

Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami memandang bahwa orang yang berpuasa mengingatkan mereka pada lapar dan hausnya ahli neraka.
Ia  mengatakan:
لأنّه تذكّر جوع أهل النار والظمأهم فحثّه ذلك علي تكثير الطاعات لينجو بها من النّار
 
Artinya: Karena puasa mengingatkan kelaparan dan hausnya ahli neraka. Hal itulah yang mendorong orang berpuasa memperbanyak ketaatan kepada Allah agar terselamatkan dari api neraka.  

Di sinilah pentingnya pengetahuan, karena pengetahuan bisa membuat manusia memperbaharui atau mengarahkan niat ibadahnya. Perkataan Imam Izuddin al-Sulami di atas, belum tentu terpikirkan oleh orang yang menjalankan ibadah puasa, tapi dengan membaca perkataannya, manusia bisa memahami kelaparan dan kehausan puasa dari sudut pandang lain, yaitu mengingatkan mereka pada kelaparan dan kehausan ahli neraka, sehingga mendorong mereka memperbanyakan ketaatan mereka kepada Allah agar tidak sampai mengalami kejadiaan itu selama-lamanya di neraka.  

6. Bersyukur mengetahui kenikmatan tersembunyi.

Manusia sering lalai atas nikmat Tuhan yang mengelilinginya sehari-hari seperti udara, nafas, gerak dan lain sebagainya. Menurut Imam Izzuddin al-Sulami, puasa dapat mengembalikan ingatan itu dan membuat mereka mensyukurinya. Ia berkata:  
إذا صام عرف نعمة الله عليه في الشِّبَع والرِّيّ فشكرها لذلك, فإنّ النِّعَم لا يُعرف مقدارُها إلّا بفقدها

Artinya: Ketika berpuasa, manusa menjadi tahu nikmat Allah kepadanya berupa kenyang dan terpenuhinya rasa haus. Karena itu mereka bersyukur. Sebab, kenikmatan tidak diketahui kadar/nilainya tanpa melalui hilangnya rasa nikmat itu (terlebih dahulu).  

7. Mencegah keinginan bermaksiat   

Imam Izzuddin menyatakan orang yang kenyang memiliki kecenderungan lebih untuk bermaksiat. 

Tapi di saat lapar dan haus, fokusnya lebih pada mencari makanan dan minuman. sehingga mengurangi keinginannya berbuat jahat. Tapi sekali lagi perlu diingat, lapar dan haus di sini adalah puasa, bukan kelaparan yang disebabkan oleh keadaan tertentu.  

Puasa merupakan ibadah yang memiliki cakupan waktu yang cukup panjang, dari mulai fajar hingga terbenamnya matahari. Dengan demikian, puasa bisa menjadi pencegah efektif untuk manusia dari melakukan perbuatan jahat.   

Itulah tujuh keutamaan puasa Ramadhan menurut sultannya para ulama, Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami dilansir dari INSYOUF.

Semoga bisa menambah motivasi kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini dengan lebih berkualitas.

Ade Suhendra
Ade Suhendra Belajar Online Masa Kini

Posting Komentar untuk "7 Fadhilah Puasa Ramadan Bagi yang Menjalankanya"