Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sa'ad bin Rabi' dan Husein bin Ali bin Abi Thalib

saad bin rabi dan husein bin ali bin abi thalib

Sa'ad bin Rabi'

Nama lengkapnya Sa'ad bin Rabi' bin Amr bin Abi Zuhair. Ia termasuk salah satu di antara 12 pemimpin Anshar yang terpilih dalam Bai'at Aqabah II. Ia ikut dalam Bai'at Aqabah II, perang Badar, dan perang Uhud.

Nabi  mempersaudarakannya dengan Abdurrahman bin Auf. Sa'ad  mengatakan kepada Abdurrahman, "Aku adalah orang terkaya di Madinah. Kalau Anda mau silahkan ambil separoh dari hartaku. Aku juga punya dua orang isteri. Silahkan Anda pilih mana yang Anda sukai, aku akan menceraikannya, setelah itu silahkan Anda kawini dia." Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahi harta dan keluarga Anda. Tolong tunjuki saja aku pasar!”

Pada perang Uhud, Rasulullah mengatakan kepada para sahabat, “Siapakah di antara kalian yang bersedia mencari berita untukku tentang keadaan Sa'ad bin Rabi'? Apakah ia masih hidup atau sudah gugur?" Salah seorang di antara sahabat-Muhammad bin Maslamah  atau Ubay bin Ka'ab-menjawab, “Saya sanggup mencari beritanya untukmu, wahai Rasulullah." Ia pun pergi dan mengitari para prajurit yang gugur sambil memanggil berkali-kali, “Hai Sa'ad bin Rabi'! ”Apa keperluanmu? Mengapa anda memanggil-manggil namaku?” tanya Sa'ad bin Rabi' a. Ia menjawab, "Aku diutus oleh Rasulullah  untuk menyampaikan kepada Beliau tentang kondisimu saat ini." Sa'ad berkata, "Pergilah Anda untuk menemui Rasulullah! Sampaikan salamku kepada Beliau dan kabari Beliau bahwa aku terkena 12 luka tusukan. Aku telah berhasil membunuh orang yang menikamku! Sampaikan kepada pasukan kaum muslimin bahwa Allah tidak akan memaafkan kalian jika kalian membiarkan Nabi dibunuh sementara kalian masih bernafas!"

Ia meninggal akibat luka yang dideritanya dalam perang Uhud tahun 3H.


Husein bin Ali bin Abi Thalib

Nama lengkapnya Husein bin Ali bin Abi Thalib, biasa dipanggil Abu Abdillah. Ia lahir di Madinah tahun 4 H. Nabi menamainya Husein dan ia adalah orang pertama yang dinamai dengan Husein. Ia adalah penghulu pemuda penghuni surga.

Husein  mirip dengan Nabi  dari dada sampai ujung kaki.Ia dididik di rumah kenabian. Rasulullah sering mengajaknya bermain dengan menunggangkannya di atas punggung Beliau, lalu Beliau berjalan di atas kedua kaki dan kedua tangan Beliau.

Ia adalah sosok yang terkenal banyak menunaikan shalat, puasa,haji, sedekah, dan pelbagai amal kebajikan lainnya.

Ia pernah dua puluh lima kali menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki.

Hadits-hadits riwayatnya banyak dihimpun dalam Kutub As-Sittah (enam kitab hadits)

Anak-anaknya ialah Ali Al-Akbar, Ali Al-Ashghar, Fatimah, dan Sakinah.

Ia berangkat bersama ayahnya ke Kufah dan ikut bersamanya dalam perang Al-Jamal (perang onta), perang Shiffin, dan perang melawan Khawarij.

Pasca 'Am Al-Jama'ah (tahun persatuan/rekonsiliasi) (41 H), ia menetap di Madinah bersama saudaranya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib .

Ia menolak membai'at Yazid bin Mu'awiyah sebagai khalifah sepeninggal ayahnya, Mu'awiyah bin Abi Sufyan . Ia lalu bersembunyi di Makkah selama beberapa bulan.

Penduduk Irak membai'atnya sebagai khalifah. Setelah memperoleh bai'at, ia berniat memerangi Yazid bin Mu'awiyah. Ia akhirnya keluar untuk menemui Yazid dan bertemu dengan bala tentara Dinasti Umawiyah yang dipimpin oleh Ziyad bin Abih di Karbala. Ketika perang berkecamuk, para pendukung Husein melarikan diri dari medan tempur,sehingga ia terkena tembakan anak panah dan terjatuh dari kuda tunggangannya,lalu dibunuh. Kepalanya dipenggal, lalu dibawa bersama para isteri dan anak-anaknya ke Damaskus. Yazid sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Husein ini, karena ia menginstruksikan para prajurit untuk menekan Husein, bukan membunuh dan memeranginya. Kemudian keluarga Husein dipulangkan ke Madinah atas permintaan mereka sendiri. Terdapat perbedaan informasi tentang tempat kuburan kepala Husein. Ada sejarawan yang berpendapat bahwa kepala dan jasadnya dimakamkan di Karbala. Ada yang berpendapat, kepalanya di makamkan di Damaskus atau di tempat lain.

Ia meninggal sebagai syahid di Karbala tahun 61 H.

insyouf.com
insyouf.com Religi dan Motivasi + Wawasan

Posting Komentar untuk "Kisah Sa'ad bin Rabi' dan Husein bin Ali bin Abi Thalib"