Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadis Tentang Akikah beserta Makna dan Hikmahnya

hadis tentang akikah

Akikah adalah salah satu ritual penting dalam agama Islam yang dilakukan untuk merayakan kelahiran seorang anak. Ritual ini melibatkan penyembelihan hewan tertentu dan pemberian nama kepada bayi yang baru lahir. Praktik akikah memiliki landasan agama yang kuat, dengan banyak hadis yang menggarisbawahi pentingnya menjalankan ritual ini. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa hadis yang berkaitan dengan akikah dan memberikan penjelasan tentang makna dan hikmah di baliknya.


  • Hadis Pertama

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi Al-Hasan dan Al-Husain pada hari ketujuh setelah kelahiran mereka dan memberikan nama kepada keduanya."

Hadis ini menunjukkan contoh langsung dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam melaksanakan akikah. Dia sendiri mengakikahi cucunya, Al-Hasan dan Al-Husain, yang menunjukkan pentingnya merayakan kelahiran anak dengan cara ini. Dalam praktik akikah, orang tua memotong rambut bayi yang baru lahir dan memberikan sumbangan kepada orang miskin atau membagikan makanan kepada keluarga, tetangga, dan kerabat.

  • Hadis Kedua

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi."

Hadis ini menyoroti pentingnya mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam sejak dini. Dalam konteks akikah, ritual ini merupakan salah satu cara orang tua menegakkan ajaran Islam dan menyambut kedatangan anak dengan penuh syukur. Melalui akikah, anak-anak diperkenalkan dengan nilai-nilai agama dan diberikan nama yang Islami, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang menjalani kehidupan sesuai dengan fitrahnya.

  • Hadis Ketiga

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada seseorang pun yang telah mempunyai anak kecuali anak itu akan menghalangi mereka dari Neraka."

Hadis ini menekankan pentingnya anak dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam konteks akikah, ritual ini adalah bukti kasih sayang dan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah keturunan. Akikah juga dianggap sebagai bentuk perlindungan dan pengharapan bahwa anak tersebut akan menjadi anugerah yang akan menghantarkan orang tua ke surga.

  • Hadis Keempat

Dari Abu Rafi' radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang dihadiahkan anak laki-laki lalu dia memotong rambutnya, hendaklah memberi makanan yang setara dengan bobot rambutnya sebagai sedekah."

Jika kita melanjutkan hadis keempat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa orang yang diberikan hadiah seorang anak laki-laki dan memotong rambutnya harus memberi makanan yang setara dengan berat rambut anak tersebut kepada orang-orang miskin. Hal ini menunjukkan bahwa akikah juga melibatkan pengabdian kepada masyarakat dan pemberian kepada yang membutuhkan.


Dalam praktik akikah, makanan yang disiapkan biasanya berupa daging hewan yang disembelih sebagai bagian dari ritual tersebut. Bagian daging tersebut kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang miskin. Melalui tindakan ini, keluarga yang merayakan akikah tidak hanya merayakan kelahiran anak, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan orang lain dan membantu mereka yang kurang beruntung.

Juga merupakan kesempatan bagi keluarga untuk mengenalkan agama Islam kepada anak mereka sejak dini. Dalam momen ini, orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai agama, membaca doa-doa, dan memberikan nama Islami yang memiliki makna baik kepada bayi yang baru lahir. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa anak tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang ajaran agama dan nilai-nilai Islam.

Akikah juga memiliki makna simbolis yang dalam. Dalam menjalankan ritual ini, orang tua menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas anugerah kelahiran anak, sekaligus mengakui bahwa anak tersebut adalah amanah dari-Nya. Orang tua juga menegaskan komitmen mereka untuk mendidik dan mengarahkan anak tersebut ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran agama.

Selain memberikan makanan kepada yang membutuhkan, juga umum bagi orang tua untuk memberikan sedekah atau kontribusi finansial kepada masjid atau lembaga amal lainnya. Hal ini merupakan wujud dari kepedulian dan kebaikan hati yang diperlihatkan oleh keluarga yang merayakan akikah.

Dengan demikian, melalui hadis hadis tentang akikah yang disebutkan di atas, kita dapat melihat betapa pentingnya menjalankan ritual akikah dalam agama Islam. Akikah merupakan bentuk rasa syukur, pengabdian kepada masyarakat, dan komitmen untuk mendidik anak sesuai dengan nilai-nilai agama. Melalui akikah, orang tua dapat mempererat ikatan keluarga, menjalin hubungan dengan masyarakat, dan membimbing anak-anak mereka menuju kehidupan yang Islami. Tidak ada hadis khusus yang memberikan panduan terperinci tentang detail pelaksanaan akikah, seperti jenis hewan yang harus disembelih atau jumlah daging yang harus diberikan kepada orang miskin. Oleh karena itu, praktik akikah dapat berbeda-beda di berbagai budaya dan masyarakat Muslim.

Namun, penting untuk diingat bahwa tujuan utama dari akikah adalah untuk merayakan kelahiran anak dengan penuh syukur kepada Allah SWT dan memperkuat ikatan keluarga. Ini adalah momen yang membahagiakan bagi orang tua dan keluarga yang perlu diisi dengan kebaikan dan berbagi dengan orang lain.

Selain itu, meskipun akikah tidak diwajibkan secara hukum dalam Islam, namun tetap disarankan dan dianjurkan karena memiliki banyak manfaat baik secara spiritual maupun sosial. Ritual ini juga memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, serta memberikan kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai agama kepada generasi muda.

Dalam pelaksanaan akikah, penting untuk memperhatikan prinsip-prinsip Islam yang melarang pemborosan dan mengedepankan sikap empati terhadap yang membutuhkan. Oleh karena itu, dalam memilih hewan yang akan disembelih, sebaiknya memilih sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga tanpa harus berlebihan.

Selain itu, dalam pembagian daging, hendaknya dipastikan bahwa bagian yang cukup diberikan kepada orang miskin dan yang membutuhkan. Selain memberikan daging, juga penting untuk memberikan sedekah atau kontribusi finansial kepada masjid atau lembaga amal lainnya sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian kepada masyarakat yang lebih luas.

Selama pelaksanaan akikah, disunnahkan untuk mengucapkan doa-doa dan dzikir kepada Allah SWT sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan ampunan. Doa-doa ini dapat dibaca secara pribadi atau dihadiri oleh keluarga dan teman-teman terdekat untuk berdoa bersama.

Akikah juga dianjurkan untuk memberikan nama yang baik dan Islami kepada bayi yang baru lahir. Nama tersebut harus memiliki makna yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam. Memilih nama yang baik adalah tanggung jawab orang tua dalam memberikan identitas Islami kepada anak mereka.

Dalam kesimpulan  hadis hadis tentang akikah di atas, akikah merupakan ritual penting dalam agama Islam yang dirayakan untuk merayakan kelahiran seorang anak. Meskipun tidak ada panduan terperinci dalam hadis tentang pelaksanaan akikah, tujuan utama dari ritual ini adalah untuk merayakan kelahiran dengan penuh syukur, memperkuat ikatan keluarga, dan mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anak. Dalam pelaksanaannya, perlu diperhatikan prinsip-prinsip Islam seperti tidak berlebihan, berbagi dengan orang lain, dan memberikan nama yang Islami. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang akikah dan pentingnya menjalankannya dalam praktik keagamaan kita.

insyouf.com
insyouf.com Religi dan Motivasi + Wawasan

1 komentar untuk "Hadis Tentang Akikah beserta Makna dan Hikmahnya"