🔔 ikuti juga di Google News

Bacaan Doa Kamilin Seusai Sholat Terawih, Pengertian dan Waktu yang Tepat Membacanya

doa kamilin


Pengertian Doa Kamilin

Salah satu anjuran selepas salat tarawih adalah membaca doa kamilin. Badruddin Hasyim Subki dalam bukunya yang berjudul Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa mengatakan bahwa doa kamilin merupakan doa yang dipanjatkan untuk memohon kesempurnaan iman. Doa kamilin adalah doa yang dianjurkan untuk dilantunkan selepas sholat tarawih.

Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan kebaikan dan juga memungkinkan untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Doa kamilin adalah doa kebaikan yang di dalamnya terdapat ungkapan-ungkapan syukur dan permohonan untuk diberikan keberkahan dan kekuatan iman. Membaca doa kamilin ini dengan sungguh-sungguh merupakan salah satu bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT. Doa kamilin sendiri sebetulnya merupakan doa yang tidak tertulis ada dalam Al-Quran maupun hadis, bahkan tidak juga memiliki anjuran maupun pernyataannya.

Salah satu anjuran bagi umat Islam di bulan Ramadhan adalah melaksanakan shalat tarawih. Shalat ini menjadi salah satu amaliah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw selama hidupnya dan diteruskan oleh para sahabat dan umat Islam setelah kepergiannya.

Sebagai bulan yang mempunyai banyak keutamaan, selama bulan Ramadhan umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak doa. Salah satu doa yang sering dibaca pada bulan ini adalah ‘Doa Kamilin’, yaitu doa yang dibaca selepas shalat tarawih.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. 

Artinya, 

"Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


Waktu yang Tepat Membaca Doa Kamilin

Adapun waktu yang disarankan para ulama untuk membaca doa kamilin, yaitu setelah menyelesaikan 8 atau 20 rakaat shalat tarawih. Karena doa kamilin berisi tentang kebaikan, maka keutamaan yang membacanya senantiasa bisa dianugerahi kesempurnaan iman yang luar biasa.

Doa kamilin yang bisa dibaca setelah selesai rakaat kedua puluh jika shalat tarawihnya 20 rakaat. Bisa juga dibaca di rakaat ke delapan, jika shalat tarawih yang dilakukan hanya 8 rakaat.


Bacaan Nida' (Panggilan) Shalat Tarawih

Dalam shalat tarawih berjamaah di masjid atau musala, seringkali dilantunkan bacaan nida' (panggilan) kepada makmum untuk melakukan atau melanjutkan shalat tarawih. 

Biasanya, munadi (yang memanggil) akan melafalkan ucapan, "Ash-sholatu jami'atan rakhimakumullah. 

Ini dijawab jamaah dengan lafal "la haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzhimi" atau "assholatu la ila ha ilallah". 

Ketika shalat tarawih sudah berlangsung 4 rakaat (2 kali salam), setelah salam, munadi mengucapkan kalimat berikut. لْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ Al-khalifatul uula, sayyidina abu bakrin asshiddiq radhiallu anhu. 

Artinya, "Khalifah pertama, Abu Bakar As-Shiddiq, semoga Allah Swt. merahmatinya. Jamaah menjawab dengan bacaan "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Radhiyallu anhu) yang berarti "Semoga Allah merahmatinya." 

Ketika shalat tarawih sudah berlangsung 8 rakaat (4 kali salam), setelah salam, munadi mengucapkan kalimat berikut. اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ Al-khalifatust tsaniyah, Sayyidina Umar bin Khattab radhiallu anhu. 

Artinya, "Khalifah kedua, Umar bin Khattab, semoga Allah meridainya." Jamaah menjawab dengan bacaan "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Radhiyallu anhu) yang berarti "Semoga Allah merahmatinya." 

Ketika shalat tarawih sudah berlangsung 12 rakaat (6 kali salam), setelah salam, munadi mengucapkan kalimat berikut. اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ Al-khalifatust tsalitsah, Sayyidina Utsman bin Affan radhiallu anhu 

Artinya, "Khalifah ketiga, Utsman bin Affan, semoga Allah meridainya." Jamaah menjawab dengan bacaan "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Radhiyallu anhu) yang berarti "Semoga Allah merahmatinya." 

Ketika shalat tarawih sudah berlangsung 16 rakaat (8 kali salam), setelah salam, munadi mengucapkan kalimat berikut. اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ "Al-khalifatur rabi'atu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallu anhu." 

Artinya, "Khalifah ketiga, Ali bin Abi Thalib, semoga Allah meridainya." Jamaah menjawab dengan bacaan "karamallahu wajhah" yang artinya "Semoga Allah memuliakannya".

Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.
Religi dan Motivasi + Wawasan

Posting Komentar



  • Home

  • DAFTAR



  • Follow
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kakak pakai plugin pemblokir iklan ya? Tolong kecualikan website ini dalam pemblokiran ya. Karena kami butuh penghasilan dari iklan untuk terus mengelola website ini agar bisa update artikel bermanfaat. Makasih ya 😊
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
[ ]