🔔 ikuti juga di Google News

Foto Terakhir Rasulullah SAW maupun Gambar Wajah Menyerupai Nabi Haram di Buat

gambar wajah nabi dilarang

Gambar Wajah Nabi Dilarang

Foto Terakhir Rasulullah SAW maupun Gambar Wajah Menyerupainya Haram di Buat - Larangan menggambar Nabi Muhammad pernah menjadi perdebatan di kalangan orang-orang Barat, tahukah Anda alasannya hal itu dilarang?

Beberapa umat Islam akan menjawab alasan mengapa Nabi Muhammad tidak boleh digambar adalah karena ditakutkan beliau akan disembah, namun ternyata ada alasan lainnya.

Jadi, mengapa ada larangan menggambar wajah Nabi Muhammad SAW? Larangan ini ternyata juga mengacu pada kisah Nabi Nuh AS, sebagai pendahulu Nabi Muhammad SAW. 

antara sebab dilarangnya menggambar mereka adalah agar tidak disembah, karena ghuluw telah membinasakan umat-umat terdahulu. 

Diantara contohnya adalah kaumnya nabi Nuh As yang ghuluw terhadap orang-orang shaleh hingga mereka menyembahnya. Allah berfirman:

Yang artinya: dan mereka mengatakan “janganlah kalian meninggalkan penyembahan kepada tuhan-tuhan kalian (Allah) dan janganlah kalian meninggalkan penyembahan kepada wadd, suwa`, yaghuts, yau`, nashr” 

Melukis atau menggambar Nabi Muhammad SAW disebutnya telah melewatkan satu masalah penting tentang kedudukan nabi. Muhammad disebutnya diutus Allah SWT tidak hanya sebagai pembawa wahyu, tapi juga seluruh seluruh penampilan, gerak-geriknya akan menjadi sumber hukum dalam syariat islam.

"Kesimpulannya, para ulama telah ijma' tentang haramnya melukis wajah Rasulullah SAW, apapun alasannya, bahkan meskipun barangkali tujuannya mulia.

Hal ini bisa memunculkan pengultusan dan pemujaan terhadap Nabi Muhammad. Padahal, nabi sendiri tidak pernah menghendaki hal tersebut. Maka, menggambar wajah atau ciri fisiknya sama sekali tak disarankan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia ubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu, maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman (HR. Muslim no. 78).

Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَاَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِيْنًا - ٥٧

Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka (QS. Al-Ahzab [33]: 57).

Untuk di Indonesia sendiri para ulama sudah sepakat dan diatur oleh MUI, Jadi jika di google ada gambar wajah nabi berasal dari Indonesia Muhammad SAW segera laporkan ke MUI , yaa..

Berikut, hukumnya : https://mui.or.id/wp-content/uploads/files/fatwa/12.-Hukum-Memerankan-Nabi-Rasul-dan-Orang-Suci-Dalam-Film.pdf

Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.
Religi dan Motivasi + Wawasan

Posting Komentar



  • Home

  • DAFTAR



  • Follow
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kakak pakai plugin pemblokir iklan ya? Tolong kecualikan website ini dalam pemblokiran ya. Karena kami butuh penghasilan dari iklan untuk terus mengelola website ini agar bisa update artikel bermanfaat. Makasih ya 😊
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
[ ]