Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketuhanan Yang Maha Esa Hanya Milik islam, Agama Lain Tidak Mampu Menjelaskan

tauhid-islam

Tauhid Islam

Ketuhanan Yang Maha Esa Hanya Milik islam, Agama Lain Tidak Mampu Menjelaskan - Allah Maha Esa artinya Allah SWT itu tunggal, tidak beranak, juga tidak diperanakkan, dan Allah SWT tidak serupa dengan siapa pun. Istilah Allah Maha Esa adalah arti dari kata Al Ahad dalam Amaul Husna.

Allah Maha Esa artinya salah satu gelar Sang Pencipta yang termasuk ke dalam Asmaul Husna. Islam disebut agama tauhid karena menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya sembahan yang benar dengan segala kekhususannya.

Allah SWT menegaskan keesaannya dalam surat Thaha ayat 14 yang artinya,

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku."

Setelah mengetahui Allah Maha Esa astinya adalah tunggal dalam Dzat, sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya. Anda juga perlu mengetahui bahwa keesaan Allah tertang pula dalam surat-surat yang ada di Al-Qur'an. Berikut dalilnya:

1. Asmaul Husna Al-Ahad artinya dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 34:

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang patuh (kepada Allah).”

2. Asmaul Husna Al-Ahad artinya dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 88-96:

“Dan mereka berkata, '(Allah) Yang Maha Pengasih memiliki anak.' Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar, hampir saja langit, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena ucapan itu, karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih memiliki anak.

Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih memiliki anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.

Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akSebagai seorang muslim, perilaku yang diyakini dengan sepenuh hati, mengucapkan lisan dan mengamalkan dengan Allah Maha Esa artinya sering disebut juga dengan istilah tauhid. Tauhid adalah perilaku mengesakan Allah SWT, meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah SWT, hanya Allah SWT pencipta alam semesta, hanya Allah SWT yang harus disembah, dan tiada sekutu bagi-Nya.

Dikutip dari tafsir Kemenag, tauhid merupakan pokok dan kewajiban pertama yang harus diajarkan terlebih dahulu kepada manusia sebelum pelajaran-pelajaran agama lain. Bertauhid dalam ucapan bisa dilakukan dengan memperbanyak syahadat, yakni membuktikan atas ke-esa-an Allah SWT. Selain itu, juga dapat memperbanyak membaca dzikir dan ayat-ayat Al-Qur'an.

Dalam perbuatan dan perbuatan, seorang yang bertauhid akan taat atas apa yang telah Allah SWT perintahkan, dan perbuatan terhadap segala hal yang Allah larang. sikap ini adalah pembuktian dari keyakinan yang kuat atas keesaan Allah SWT.

Tauhid Islam menjelaskan Tuhan/ALLAH SWT Maha Esa

Ketuhanan yang maha esa milik islam karena terdapat dalam AL- QUR’AN, dan ini tidak dapat dijelaskan oleh agama non-muslim

Bukti

QS. Al-Ikhlas Ayat 1

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ - ١

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Tafsir

Wahai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada kaum musyrik yang menanyakan sifat dan nasab Allah dengan tujuan mengejek, “Dia lah Allah, Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tidak berbilang dalam nama, sifat, dan ketuhanan-Nya.

Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan suatu apa pun. Keesaan Allah itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada Zat-Nya, Maha Esa pada sifat-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya.

Hamba Allah
Hamba Allah <<<<<<<<< semakin yakin dan semangat >>>>>>>>> I'AM MUSLIM