Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Maliki Clique Mualaf asal Norwegia, Setelah Paham ALLAH SWT Sebenarnya

mualaf norwegia


Maliki Clique Mualaf asal Norwegia, Setelah Paham ALLAH SWT Sebenarnya - Maliki Clique, seorang mantan perampok kejam yang hatinya terketuk untuk masuk Islam. Tidak perlu heran, hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala bisa datang kepada siapa saja dan lewat cara tidak terduga. 

Maliki atau Ali merupakan mualaf Norwegia yang lahir dan besar dari keluarga non-Muslim. Meski begitu, keluarganya bukanlah penganut yang taat. 

Suatu ketika saat Ali masih remaja, sempat membaca Alkitab dengan serius. Halaman demi halaman ia perhatikan dan di sana dirinya menemukan kejanggalan.

"Saya menemukan dua kontradiksi. Saya membacanya, dan membalikkan halaman serta terus membaca. Cerita yang sama tapi nomor berbeda, orang yang sama namun berbeda cerita," ujarnya

Dirinya langsung menanyakan hal tersebut kepada guru agamanya. Tidak ada jawaban yang dia dapatkan lantaran si guru pun tidak tahu-menahu ada kisah yang Ali rasa kontradiktif. 

"Saya melihat seperti apa rasanya sedang mengemudi di dalam mobil dengan seseorang, kemudian menanyakannya bagaimana caranya mengemudi, tapi orang itu tidak tahu cara mengemudi. Itu menakutkan," lanjut Ali. 

Masa-masa remaja Ali kemudian ia lalui begitu suram. Dia sangat lekat dengan hal-hal tidak terpuji, mulai mengisap ganja, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya. 

Sempat bergabung ke dunia militer guna menghilangkan tabiat buruk, tapi itu semua sia-sia. Ketika menyelesaikan kegiatan militer, Ali kembali ke kebiasaan lama. 

Lebih ekstremnya lagi, Ali bahkan sampai coba-coba menjadi perampok demi kesenangan semata. "Saya melakukan perampokan bersenjata bukan karena uang, itu untuk sekadar merasakan sensasi. Saya bosan dengan hidup," tuturnya. 

Atas perbuatannya, dia harus mendekam di penjara bersama para napi dari latar belakang berbeda. Ada pengedar narkoba, pencuri, pembunuh, dan lain sebagainya. 

Di sanalah dia berjumpa dengan sosok bernama Omar, pria asal Turki. Omar menjadi cikal-bakal Ali mengenal Islam. 

Mulanya ketika Omar dan beberapa napi menghampiri Ali, dia sempat berpikir mereka akan menyerangnya. Tapi ternyata Omar menyapanya dengan lembut dan mengutarakan niat untuk berbincang. 

Dari obrolan itu, Omar sempat bertanya tentang pengetahuan Ali terhadap Islam. Tentu saja Ali sama sekali tak tahu apa pun. 

Perbincangan pun makin dalam membahas Islam. Omar menceritakan kepada Ali soal kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala yang sangat luar biasa. 

"Omar mengatkan, lihat bagaimana Allah menempatkan matahari 93 juta mil jauhnya dari bumi dan bulan 220.000 mil jauhnya dari bumi, tetapi dari luasnya alam semetsa Allah kadang menempatkan mereka bersama sama untuk gerhana," kenang Ali menirukan ucapan Omar. 

"Dia berbicara tentang Allah SWT dan rahmat Allah, berbicara tentang surah Ar-Rahman dan surat lain" tambahnya. 

Hamba Allah
Hamba Allah <<<<<<<<< semakin yakin dan semangat >>>>>>>>> I'AM MUSLIM